Langkah Pencegahan Agar Ikan Koi Tidak Mudah Sakit

Ikan koi sebenarnya merupakan jenis ikan hias yang sekarang ini sedang menjadi perbincangan,yang maan jenis ikan hias yang satu ini bukan tergolong jenis ikan baru yang ada di Indonesia,hanya saja waktu itu jenis ikan koi ini kalah populer bila dibandingkan dengan jenis mas koki.

Langkah Pencegahan Agar Ikan Koi Tidak Mudah Sakit

Keduanya jenis ikan hias ini sebenarnya masih merupakan kerabat dekat,hal ini dikarenakan masih tergolong kedalam famili yang sama yakni Cyprinidae. Ikan Koi (Cyprinus carpio) mempunyai ciri berkumis sedangkan jenis ikan mas koki tidak mempunyai kumis.

Baca Juga: List Terbaru Harga Ikan Koi Semua Jenis

Namun dengan melesatnya perkembangan zaman sekarang ini bahawa jenis ikan Koi ini berkembang dengan cukup pesat dan juga menjanjikan, karena sebagian besar sekarang petani ikan koi dan juga para hobiis yang ada di Indonesia sudah banyak yang membudidayakan ikan koi ini,baik dalam skala besar maupun skala kecil .Hal ini dikarenakan budidaya ikan Koi ini sangat mudah dilakukan dan juga mempunyai harga jual yang tinggi.

Meski sekarang ini ikan koi sudah cukup populer di berbagai wilayah khususnya di Indonesia, tapi tidak semua hobiis paham akan tentang perawatan serta budidaya ikan cantik ini,sebab tidak jarang mereka terkecoh dengan ikan mas yang mana jenis ikan konsumsi yang biasa di buat lauk. Hal ini memang sedikit agak repot, karena antara ikan mas lauk dengan ikan Koi kedua-duanya dari spesies Cyprinus carpio. Dan mungkin tidak bisa terlalu disalahkan benar apabila para hobiis (terutama pemula) menganggap bahwa koi adalah ikan mas lauk yang berwarna.

Pemeliharaan Dan Perawatan indukan ikan koi

Sebaiknya calon indukan ikan koi ini terlebih dahulu untuk dipelihara dalam wadah atau kolam khusus. Dengan kedalaman kolam setidaknya berkisar antara 100-150 cm, atau juga bisa lebih dalam lebih baik. 

Dalam hal kepadatan pada kolam juga harus sering diperhatikan terutama bagi breeder yang masih awam soal perbandingan kolam dan jumlah ikan yang akan dimasukkan kolam tersebut, kolam ikan koi yang bagus adalah dengan ukuran 4×5 meter  dan maksimal diisi dengan 20 ekor indukan betina atau juga bisa dengan 40 ekor indukan jantan. Hal ini dilakukan karena indukan betina biasanya cenderung lebih besar daripada indukan jantan.

Indukan ikan koi betina dan jantan dipelihara di kolam yang berbeda, hal ini berguna agar saat dipijahkan indukan ini  tidak perlu mengalami masa pemberokan lagi. Secara,garis besar pemeliharaan ikan koi di dalam kolam indukan sama saja dengan pemeliharaan ikan koi  yang ada di dalam kolam pembesaran.

Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mudah Mati

Cara memelihara ikan koi dengan baik dan benar merupakan teknik yang banyak dicari oleh para pemelihara ikan koi khusus nya bagi pemula,agar ikan koi mereka tidak mudah mati. Setidaknya terdapat beberapa tahapan yang mana tahap ini memang harus anda perhatikan secara teliti dalam mengatasi problem tentang penyakit yang berujung pada kematian pada ikan koi.

Yang mana jenis ikan koi ini adalah salah satu jenis ikan hias yang tentu saja merupakan ikan hias yang mempunyai fisik serta daya tahan tubuh yang kerap sekali terkena beragam jenis penyakit dan tergolong jenis ikan hias yang mudah mati.

Penyebab kematian ikan koi ini disinyalir oleh beberapa faktor penting,yakni ukuranya yang masih kecil dan ketika beranjak dewasa mempunyai kondisi fisik yang tidak begitu sehat.

Harga Ikan Koi Terbaru

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di negara jepang sudah pasti mengetahui dan bahkan hampir sudah mempercayai jika ikan koi yang dipelihara dan dijadikan sebagai ikan hias dapat membawa sebuah keuntungan atau yang biasa disebut hoki,namun ada juga sebagian orang yang ternyata mengatakan sebaliknya dan cenderung tidak berpengaruh sama sekali,dan mengatakan bahwa tidak terjadi perubahan sama sekali baik dari segi ekonomi maupun segi lainnya dan sangat wajar dijadikan sebagai hiasan saja tanpa adanya embel-embel mitos.

Harga Ikan Koi Terbaru

Sekarang ini terdapat banyak sekali jenis ikan koi yang sudah pasti dipercaya membawa sebuah keberuntungan dan tentunya mungkin saja banyak orang yang benar-benar ingin mengetahui hal semacam ini,namun sebagaian orang juga tidak begitu setuju dengan mitos semacam ini.

Namun,lain di Jepang,lain pula untuk masyarakat yang tinggal di negara China,yang berasumsi bahwa ikan koi ini di simbolkan sebagai ikan hias dengan penuh rasa kasih sayang dan dalam hal ini dapat mempererat hubungan antar kekasih,selain itu juga banyak yang percaya jika ikan koi sebuah simbol akan persatuan bagi beberapa bangsa dan akan membawa sebuah kedamaian.

Namun,kali ini admin tidak lagi membahas seputar mitos tersebut,namun admin akan menginfokan kepada anda mengenai harga ikan koi ter-update bulan oktober 2019

Harga Ikan Koi Kohaku

Bgai anda ataupun lainnya para penikmat serta pecinta ikan koi tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu jenis ikan koi dengan motif warna merah dan putih. Ya, sosok ikan koi ini diberi nama kohaku,yang mana ikan koi ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis ikan koi yang begitu terpopuler,dan tentunya sampai saat ini masih menjadi ikan koi primadona dan masih banyak orang yang hendak mencari ikan koi. Walaupun,kebanyakan ikan koi kohaku dengan panjang 20-25 cm ini akan dibanderol dengan harga yang cukup mahal,dan bukan berarti jika harga mahal akan sepi dari peminat,dan malah justru semakin ramai dan tentunya menasih bisa menciptakan gairah untuk mendapatkannya.

Untuk kisaran harga ikan kohaku ini tergantung pada ukuran dan juga corak serta pola unik berbalut warna yang indah. Secara umum harga ikan koi kohaku ini kebanyakan dipatok dengan harga kisaran antara Rp 100.000 per ekor. Sedang untuk harga ikan koi kohaku kategori dewasa atau indukan bisa mencapai lebih Rp 4.000.000 per ekornya.

Ukuran Ikan Koi Kohaku Harga/Ekor
Ikan Koi Kohaku 7-12 cm Rp 90.000
Ikan Koi Kohaku 12-18 cm Rp 120.000
Ikan Koi Kohaku 18-25 cm Rp 160.000
Ikan Koi Kohaku 25 cm Rp 230.000
Ikan Koi Kohaku 30 cm Rp 450.000
Ikan Koi Kohaku 35 cm-up Rp 700.000

2. Harga Ikan Koi Sanke

Koi sanke merupakan spesies koi yang masih ada kaitan nya dengan kohakum,tentunya kisaran harga ikan koi jenis sanke ini agak sedikit rendah dibandingkan dengan kohaku,atau mungkin harga ini tidak terlalu jauh dengan harga ikan koi jenis kohaku. Hal ini terjadi,karena kedua jenis ikan koi ini sama-sama memiliki warna yang sangat cantik dan juga eksotis.

Jenis ikan koi sanke ini mempunyai ciri khas dengan memiliki varian 3 corak warna, yaitu warna merah, hitam, dan sedikit warna putih namun jarang-jarang. Jenis ikan koi sanke ini dengan kualitas baik akan lebih dominan dengan tampilan warna merah menyala dan hitam pekat.

Harga ikan koi sanke di pasaran juga tergantung pada  corak warna dan juga ukuran. Semakin cantik corak warnanya maka dipastikan akan membuat harga jual ikan koi sanke menjadi melambung lebih tinggi. Untuk harga ikan koi anakan jenis sanke saja bisa dibandrol dari Rp 30.000 – Rp 270.000 per ekor. Maka,untuk harga ikan koi sanke yang sudah kategori dewasa dan siap untuk pejantan atau indukan denagn kualitas super maka dapat dibandrol dengan harga yang cukup fantastis yakni sekitar Rp 7.000.000-8.000.000 per ekor.

Ukuran Ikan Koi Sanke Harga/Ekor
Ikan Koi Sanke 5-10 cm Rp 75.000
Ikan Koi Sanke 10-15 cm Rp 100.000
Ikan Koi Sanke 15-20 cm Rp 160.000
Ikan Koi Sanke 20-25 cm Rp 290.000
Ikan Koi Sanke 25-30 cm Rp 400.000
Ikan Koi Sanke 30 up cm Rp 600.000

Masjid Agung Rembang

Masjid Agung Rembang adalah Masjid Agung Kabupaten Rembang provinsi Jawa Tengah, lokasinya berada di sisi barat alun alun kabupaten Rembang, di sisi selatan jalur pantura. Berdiri di atas lahan seluas 3.795 meter persegi dan dapat menampung sekitar 2.500 jamaah. Masjid Agung Rembang ini berada di kawasan yang menyatu dengan rumah dinas Bupati (sekarang Museum RA Kartini), alun-alun kota Rembang, dan terminal kota Rembang.

Cagar Budaya

Bangunan masjid Agung Rembang dan juga di sebelahnya terdapat sebuah makam Pangeran Sedo Laut yang maan makam tersebut berada tidak jauh dari kompleks masjid ini dan juga termasuk cagar budaya yang dilindungi pemerintah dan setidaknya sempat mendapat perawatan terus dari pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata hingga sekarang ini.

Papan informasi yang menyatakan bangunan masjid adalah cagar budaya ini berada persis di bagian pintu depan masjid, lalu ada juga tulisan semacam itu yang ada di bagian samping,lalu ada pula sebuah papan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Rembang.

Masjid Agung Rembang adalah Masjid Agung Kabupaten Rembang provinsi Jawa Tengah, lokasinya berada di sisi barat alun alun kabupaten Rembang, di sisi selatan jalur pantura. Berdiri di atas lahan seluas 3.795 meter persegi dan dapat menampung sekitar 2.500 jamaah. Masjid Agung Rembang ini berada di kawasan yang menyatu dengan rumah dinas Bupati (sekarang Museum RA Kartini), alun-alun kota Rembang, dan terminal kota Rembang.  Cagar Budaya  Bangunan masjid Agung Rembang dan juga di sebelahnya terdapat sebuah makam Pangeran Sedo Laut yang maan makam tersebut berada tidak jauh dari kompleks masjid ini dan juga termasuk cagar budaya yang dilindungi pemerintah dan setidaknya sempat mendapat perawatan terus dari pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata hingga sekarang ini.   Papan informasi yang menyatakan bangunan masjid adalah cagar budaya ini berada persis di bagian pintu depan masjid, lalu ada juga tulisan semacam itu yang ada di bagian samping,lalu ada pula sebuah papan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Rembang.  Masjid ini semula mempunyai ukuran semula 50 X 50 m yang mana terletak dalam satu pekarangan yang luasnya mencapai 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar kurang lebih 5.500 orang jamaah. Bangunan Masjid  Agung Rembang  terdiri dari tiga tingkat.  Tingkat atas kebanyakan digunakan untuk ibadah sholat, dan untuk bagian tingkat bawah dipergunakan untuk ruangan takmir masjid serta kantor dan ada juga yang digunakan untuk ruang pertemuan. Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, yang mana untuk tangga ke 1 ini berada  di sebuah bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping.   Di bagian atas terdiri juga dari 13 buah pintu dan juga pada bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu yang mana mempunyai kamar-kamar yang mempunyai ukuran cukup besar dan juga terdapat sebuah aula. Sedangkan untuk tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer yang bernama Azhari Nur dari Jakarta, pada tahun 1970.  Lantai bawah pada bangunan masjid Agung Rembang  ini merupakan gedung sekretariat bagi semua pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam dan sarana untuk TPQ. Masjid  Agung Rembang  Rembang juga dilengkapi dengan sebuah eskalator yang menjadi penghubung antara lantai satu dan lantai dua. Di halaman masjid  Agung Rembang  Rembang ini terdapat sebuah areal taman bunga yang merupakan taman terluas.  Masjid Agung An Nur ini juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas lain berbasis pendidikan seperti halnya playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang mempunyai koleksi buku secara lengkap dan tertata dan juga sedikit tambahan fasilitas lain seperti aula dan juga ruang pertemuan, ruang kelas dan ruang ruang kantor.   Selain itu, bangunan utama Masjid Agung An Nur ini setidaknya juga memiliki Radio Penyiaran Komunitas bernama LPK  Agung Rembang  FM dengan frekuensi 107.7 MHz. Nah, bagi kalian yang masih bingung ingin wisata religi kemana, cobalah kunjungi masjid ini. Setelah ibadah, maka para jamaah atau pengunjung pun juga bisa untuk mengabadikan moment bertema religi.  Bagi masyarakat Pekanbaru, bisa menjalankan ritual agama Islam di masjid termegah ini sebuah kesempatan yang langka, mengingat setiap harinya Masjid ini selalu dipenuhi masyarakat yang beribadah.  Sementara di pekarangan masjid yang cukup luas, setiap pagi dan petang dimanfaatkan masyarakat untuk sekedar bersantai dan berolahraga.  Sejarah Berdirinya Masjid  Agung Rembang  Secara historis, rencana untuk mendirikan sebuah bangunan Masjid  Agung Rembang  ini telah ada sejak tahun 1963 silam. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Gubernur Rembang mengambil alih letak geografis kota Rembang . Lalu pada tanggal 29 Rajab tahun 1389 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Oktober tahun 1968,lalu Masjid  Agung Rembang  ini diresmikan penggunaannya oleh yaitu bapak Arifin Ahmad, Gubernur Rembang waktu itu.  Pada tahun 2000 ketika Masjid ini mendapat izin dari pemerintah,maka seketika itu juga dilaksanakan sebuah pembangunan pada Masjid Agung Rembang dan akan memulai renovasi dengan skala besar untuk pertama kalinya sejak pembangunan awal lalu,yang mana kategori renovasi kala itu dilakukan secara besar-besaran. Bila dulu saat awal masa kepemerintahan Gubernur Kala itu. Areal Masjid  Agung Rembang  ini hanya mempunyai luas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa lalu areal Masjid  Agung Rembang  ini secara terbuka diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar hampir 5000 jamaah.  Menurut informasi yang dikutip dari laman website Wikipedia, menjelaskan bahwa Masjid Agung An Nur ini mulai berdiri pada tanggal 27 Bulan Rojab tahun 1388 Hijriah atau bertepatan juga dengan tanggal 19 Oktober 1968, Masjid  Agung Rembang ini pada tahun 2000 pada masa lalu semapat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Masjid  Agung Rembang  Rembang yang kita saksikan saat ini memang begitu megah dan juga sangat elegan dengan perpaduan budaya Timur Tengah serta gaya arsitektur bergaya Eropa,Namun ketika anda melihat bangunan masjid Agung Rembang untuk sekarang ini,maka yang anda akan lihat bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan juga pembangunan kembali dari masjid  Agung Rembang  yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Rembang dibawah kepemimpinan gubernur pada waktu itu. Masjid  Agung Rembang  yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini bahkan Stadion Hangtuah ikut diratakan demi perluasan pembangunan Masjid ini.  Dari pembangunan di tahun 2000 tersebut setidaknya luas lahan masjid ini bertambah hingga tiga kali lipat dari luas sebelumnya yang mempunyai luas hanya 4 hektar saja,lalu di rombak secara total hingga menjadi 12.6 hektar. Yang mana luas lahan masjid baru-baru ini telah memberikan keleluasaan bagi para penyedia lahan secara terbuka untuk publik serta warga di kota Pekanbaru termasuk di dalamnya terdapat kawasan taman nan hijau dan juga lahan parkir yang begitu luas. Di dalam masjid Agung Rembang ini juga terdapat sebuah Plaza yang digunakan untuk shalat dan dibuat sebagai perluasan pada bagian utama ruangan masjid yang mana ketika para jamaah sudah melebihi kapasitas atau pada saat dilaksanakan ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka.maka dengan adanya plaza tersebut akan sedikit membantu mengatasi ketika jamaah membludak dan di luar kapasitas yang di sediakan  Dalam sejarahnya pernah tercatat bahwa Masjid Agung Rembang  ini setidaknya pernah menjadi sebuah area sarana kampus bagi Fakultas LP3i Narukan,dan bertahan hingga 3 tahun saja,yang mana pada akhirnya pindah lokasi ke Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah hingga sekarang.

Masjid ini semula mempunyai ukuran semula 50 X 50 m yang mana terletak dalam satu pekarangan yang luasnya mencapai 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar kurang lebih 5.500 orang jamaah. Bangunan Masjid  Agung Rembang  terdiri dari tiga tingkat.

Tingkat atas kebanyakan digunakan untuk ibadah sholat, dan untuk bagian tingkat bawah dipergunakan untuk ruangan takmir masjid serta kantor dan ada juga yang digunakan untuk ruang pertemuan. Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, yang mana untuk tangga ke 1 ini berada  di sebuah bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping.

Di bagian atas terdiri juga dari 13 buah pintu dan juga pada bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu yang mana mempunyai kamar-kamar yang mempunyai ukuran cukup besar dan juga terdapat sebuah aula. Sedangkan untuk tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer yang bernama Azhari Nur dari Jakarta, pada tahun 1970.

Baca Juga: Keagungan Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu

Lantai bawah pada bangunan masjid Agung Rembang  ini merupakan gedung sekretariat bagi semua pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam dan sarana untuk TPQ. Masjid  Agung Rembang  Rembang juga dilengkapi dengan sebuah eskalator yang menjadi penghubung antara lantai satu dan lantai dua. Di halaman masjid  Agung Rembang  Rembang ini terdapat sebuah areal taman bunga yang merupakan taman terluas.

Masjid Agung An Nur ini juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas lain berbasis pendidikan seperti halnya playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang mempunyai koleksi buku secara lengkap dan tertata dan juga sedikit tambahan fasilitas lain seperti aula dan juga ruang pertemuan, ruang kelas dan ruang ruang kantor.

Selain itu, bangunan utama Masjid Agung An Nur ini setidaknya juga memiliki Radio Penyiaran Komunitas bernama LPK  Agung Rembang  FM dengan frekuensi 107.7 MHz. Nah, bagi kalian yang masih bingung ingin wisata religi kemana, cobalah kunjungi masjid ini. Setelah ibadah, maka para jamaah atau pengunjung pun juga bisa untuk mengabadikan moment bertema religi.

Bagi masyarakat Pekanbaru, bisa menjalankan ritual agama Islam di masjid termegah ini sebuah kesempatan yang langka, mengingat setiap harinya Masjid ini selalu dipenuhi masyarakat yang beribadah.

Sementara di pekarangan masjid yang cukup luas, setiap pagi dan petang dimanfaatkan masyarakat untuk sekedar bersantai dan berolahraga.

Sejarah Berdirinya Masjid  Agung Rembang

Secara historis, rencana untuk mendirikan sebuah bangunan Masjid  Agung Rembang  ini telah ada sejak tahun 1963 silam. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Gubernur Rembang mengambil alih letak geografis kota Rembang . Lalu pada tanggal 29 Rajab tahun 1389 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Oktober tahun 1968,lalu Masjid  Agung Rembang  ini diresmikan penggunaannya oleh yaitu bapak Arifin Ahmad, Gubernur Rembang waktu itu.

Pada tahun 2000 ketika Masjid ini mendapat izin dari pemerintah,maka seketika itu juga dilaksanakan sebuah pembangunan pada Masjid Agung Rembang dan akan memulai renovasi dengan skala besar untuk pertama kalinya sejak pembangunan awal lalu,yang mana kategori renovasi kala itu dilakukan secara besar-besaran. Bila dulu saat awal masa kepemerintahan Gubernur Kala itu.

Areal Masjid  Agung Rembang  ini hanya mempunyai luas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa lalu areal Masjid  Agung Rembang  ini secara terbuka diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar hampir 5000 jamaah.

Menurut informasi yang dikutip dari laman website Wikipedia, menjelaskan bahwa Masjid Agung An Nur ini mulai berdiri pada tanggal 27 Bulan Rojab tahun 1388 Hijriah atau bertepatan juga dengan tanggal 19 Oktober 1968, Masjid  Agung Rembang ini pada tahun 2000 pada masa lalu semapat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.

Masjid  Agung Rembang  Rembang yang kita saksikan saat ini memang begitu megah dan juga sangat elegan dengan perpaduan budaya Timur Tengah serta gaya arsitektur bergaya Eropa,Namun ketika anda melihat bangunan masjid Agung Rembang untuk sekarang ini,maka yang anda akan lihat bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan juga pembangunan kembali dari masjid  Agung Rembang  yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Rembang dibawah kepemimpinan gubernur pada waktu itu. Masjid  Agung Rembang  yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini bahkan Stadion Hangtuah ikut diratakan demi perluasan pembangunan Masjid ini.

Dari pembangunan di tahun 2000 tersebut setidaknya luas lahan masjid ini bertambah hingga tiga kali lipat dari luas sebelumnya yang mempunyai luas hanya 4 hektar saja,lalu di rombak secara total hingga menjadi 12.6 hektar. Yang mana luas lahan masjid baru-baru ini telah memberikan keleluasaan bagi para penyedia lahan secara terbuka untuk publik serta warga di kota Pekanbaru termasuk di dalamnya terdapat kawasan taman nan hijau dan juga lahan parkir yang begitu luas.

Di dalam masjid Agung Rembang ini juga terdapat sebuah Plaza yang digunakan untuk shalat dan dibuat sebagai perluasan pada bagian utama ruangan masjid yang mana ketika para jamaah sudah melebihi kapasitas atau pada saat dilaksanakan ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka.maka dengan adanya plaza tersebut akan sedikit membantu mengatasi ketika jamaah membludak dan di luar kapasitas yang di sediakan

Dalam sejarahnya pernah tercatat bahwa Masjid Agung Rembang  ini setidaknya pernah menjadi sebuah area sarana kampus bagi Fakultas LP3i Narukan,dan bertahan hingga 3 tahun saja,yang mana pada akhirnya pindah lokasi ke Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah hingga sekarang.

Kubah Masjid Agung At-Taqwa

Masjid Agung At-Taqwa merupakan salah satu bangunan masjid Agung yang berada di Kota Bengkulu, provinsi Bengkulu, yang mana secara spesifik masjid ini mempunyai Kubah Masjid yang besar dan sangat megah,posisi masjid ini tepat berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Masjid megah nan eksotis ini adalah masjid yang menjadi kebanggan khusus nya bagi masyarakat kota Bengkulu,hal yang membuat takjub ialah bangunan yang terlihat mewah dan berbalut dengan warna putih ini telah menjadi salah satu ikon bagi kota Bengkulu.

Masjid At-Taqwa ini dibangun pada tahun 1988, yang mana kala itu pada masa pemerintahan gubernur Soeprapto dan akhirnya diresmikan oleh presiden Soeharto pada tanggal 1 Juli 1989. Luas ruang utama masjid ialah mencapai 879,2 m2, dan luas keseluruhannya mencapai 1.104,5 m2, yang mana masjid ini secara keseluruhan mampu menampung hingga 3.000 jamaah. Sekilas,bangunan dalam masjid ini dilengkapi dengan halaman yang sangat luas dengan hamparan rumput yang menghijau dan juga beberapa pepohonan yang membuat rindang kawasan taman di area Masjid At-Taqwa ini.

Kubah Masjid Agung At-Taqwa

Sekilas untuk bagian arsitektur masjid ini merupakan sebuah perpaduan antara corak tradisional Indonesia dengan langgam di negara Turki dan juga negara  Yunani,yang mana dengan begitu menghasilkan bentuk bangunan masjid yang tampil megah dan terkesan lebih mewah. Sa,lah satu keunikan dalam masjid ini adalah pada bagian kubah nya,keunikan  tersendiri ini terletak pada kubah nya yang tampak seperti pesawat dalam kisah kisah UFO sebagai paduan dari bentuk kubah besar khas negara Turki dipadu dengan atap yang mempunyai desain agak berundak undak yang sangat khas dengan masjid kebanyakan yang ada di Indonesia,namun dalam denah melingkar bukan berwujud persegi empat, dan diantara tingkatan pada bagian atap ini dilengkapi dengan jendela jendela dengan ukuran kecil.

Jejeran pilar pilar berbahan dasar beton dengan bentuk bundar ini juga terkesan elegan,yang berada tepat di area teras masjid,yang mana hal ini merupakan gambaran akan langgam bangunan Kuil kuno di negara Yunani, lalu kemudian menjadi ciri khas sebuah bangunan bersejarah yang ada di benua Eropa dan Amerika.

Masjid At-Taqwa ini merupakan masjid bernuansa Gedung putih,hal ini disematkan karena memang warna dari keseluruhan bangunan masjid ini dominan dengan warna putih,maka tak heran jika kebanyakan warga sekitar masjid ini menyebut dengan sebutan masjid gedung putih,dengan warnanya yang serba putih tulang. Ciri khas Ke-Indonesia-annya sangat terasa pada bagian interior. Citarasa negara Turki lainnya ada pada menaranya yang mana menara ini dibangun lebih dari satu buah dan juga terpisah dari bangunan utama masjid.

Empat buah menara masjid Agung At-Taqwa ini berhasil menghadirkan sebuah langgam khas negara Turki dengan citarasa Indonesia. Denah menaranya bersegi empat seperti denah menara menara masjid tua di Sumatera lainnya, tidak seperti masjid khas Turki yang bundar. Bangunan masjid ini mirip seperti sebuah bangunan tugu dengan beberapa undakan yang semakin ke ujung semakin mengecil.

Perbaikan terakhir Masjid Agung At-Taqwa ini dikerjakan dengan penempatan batu pertama pembangunannya oleh Gubernur Bengkulu kala itu, Junaidi Hamsyah serta Walikota Bengkulu ada waktu itu yaitu Helmi Hasan, yang mana semua rencana itu terjadi pada tanggal 18 Februari tahun 2012. Peresmian Masjid Agung At-Taqwa ini terjadi sesudah pemugaran paling akhir yang mana dikerjakan pada tanggal 12 Mei 2013, dan dikerjakan oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah dan walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Kubah Masjid Agung At-Taqwa

Bangunan masjid At-Taqwa yang baru ini setidaknya dibuat oleh juara sayembara design masjid yaitu salah satu arsitek terkenal asal Bandung, Dedi Simanjutak. Yang mana untuk sekarang ini bangunan masjid tampil begitu mewah dan kelihatan sangat istimewa dengan adanya tambahan berupa kubah masjid yang berwarna putih cerah,layaknya gedung putih di Amerika Serikat.

Salah satu ciri khasnya, terdapat pada sebuah ornamen yang mempunyai beragam gambar berupa jenis-jenis senjata tradisional Bengkulu dan dengan penambahan fitur ini menjadikan warga semakin bangga dengan prestasi khusus nya di Provinsi Bengkulu yaitu senjata Rambal Ayam di setiap menara nya,baik dari sisi luar maupun sisi bagian dalam. Juga di tunjukkan kombinasi di antara Islam dengan budaya lokal khas Bengkulu.

Saat diresmikan pembangunan masjid ini belum selesai semuanya, baru sampai 97%. Jadi masjid agung kota, Ketua DKM masjid ini dijabat oleh Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, yang mana beliau ini menjadi sorotan publik perihal pembangunan ulang masjid At-Taqwa dan juga sebagai salah satu tokoh sentra yang merencanakan pemugaran terakhir masjid Agung At-Taqwa ini yang mana dalam proses pembangunannya sempat juga terusik karena kemacetan jalan raya di ruas jalan Raya Kota Bengkulu yang sangat mengganggu ketika akan mensuplai bahan bangunan untuk pembangunan masjid ini.

Mengacu pada keterangan walikota Bengkulu saat peresmian, pemugaran masjid Agung At-Taqwa ini menghabiskan dana beberapa puluh milyar rupiah dan juga dana teresebut di himpun dari para donator yang bermukim di Kota Bengkulu,serta bantuan dari warga sekitar yang rela untuk gotong royong aagr semua masyarakat serta pemerintahan Kota Bengkulu dapat menikmati sebuah bangunan megah berupa Masjid Agung At-Taqwa yang menjadi salah satu ikon Kota Bengkulu. Di satu sisi terdapat sebuah aliansi yang menamai mereka dengan sebutan pergerakan wakaf uang (Gawang). Diluar itu, juga pembangunan masjid ini juga memperoleh pertolongan berupa materil dari Gubernur Bengkulu yakni Junaidi Hamsyah

Sumber dana pembangunan Masjid At-Taqwa

Prediksi awal pembangunan masjid ini ternyata juga memerlukan dana yang relatif cukup besar,yakni sebesar Rp. 25 Milyar Rupiah. Dan dana itu datang dari Gubernur Jawa Barat kala itu sebesar Rp9 milyar, Lalu ditambah pula dengan dana APBD Kota Bengkulu sejumlah Rp1 miliar serta sumbangan warga berjumlah kurang lebih Rp3 miliar.

Dana itu lalu ditambahkan dari anggaran APBD Kota Bengkulu pergantian sebesar Rp2,5 miliar, serta gagasannya adalah sumbangan dari Gubernur Bengkulu sebesar Rp9 miliar. Sedang bekasnya seputar Rp2 miliar, didapatkan dari sumbangan warga dan dana dari beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sejatinya Masjid Agung At-Taqwa ini mempunyai nilai filosofis yang lebih dibandingkan dengan beberapa bangunan lainnya yang tentunya masih berada di sekitar kota Bengkulu. Selain itu, pada kubah utama tersebut juga dikelilingi oleh ke enam menara yang menjulang tinggi dan dari menara tersebut menghasilkan sebuah bangunan masjid yang sangat menakjubkan layaknya seperti suasana di negeri dongeng yang berada di kota Bengkulu

Masjid Agung At-Taqwa yang pada awalnya bernama Masjid jami Bengkulu kini tak sekedar hanya sebuah masjid yang berdiri megah dan kokoh, namun juga sekaligus menjadi sebuah simbol semangat religius masyarakat Kota Bengkulu

Terkini Renofasi Polindes Agar Bisa Digunakan Kembali

Memasuki pelataran Kantor Desa Rembang Ngadiluwih, begitu mudah dijumpai material hingga mesin disel. Ya, pemerintah desa Rembang sedang melaksanakan renofasi bangunan poliklinik desa (Polindes).

“Bangunan ini mengalami kerusakan pada permukaan lantainya. Ambles. Jadi tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Hariman Sutawijaya, Kepala Desa Rembang. Diakuinya bila dulunya Polindes ini adalah kolam ikan. Sehingga wajar bila didirikan Polindes ini mengalami ambles  pada permukaan lantainya.

Sebelum punya Ikan Koi, Simak nih Cara Memelihara Ikan Koi

Pembenahan pada bangunan ini dilakukan berdasarkan hasil musyawarah desa tahun 2017. Karena warga menganggap bangunan ini penting untuk pusat pelayanan terpadu (Posyandu) dan taman posyandu (Tapos) bagi warga setempat. Perenofasian Polindes ini sudah berjalan sejak sepuluh hari yang lalu. Dengan menggunakan dana desa (DD) yang dianggarkan 2018. “ Kami melaksanakan pembangunan melalui tim pelaksana kegiatan (TPK), yang tenaganya dari warga setempat,” imbuh Hari. Pelaksanaan ini didukung sepenuhnya oleh warga. Terlihat respon warga yang ikut serta melihat perkembangan bangunan yang direnovasi. Perenofasian ini memang hanya pada lantainya saja. Mulai dari pengurukan dengan tanah, pembasahan tanah agar lebih kuat hingga pemasangan lantai keramik pada permukaanya. Sejauh ini proses perenofasian berkembang sebesar 10 persen.

Bangunan seluas 95  tidak mengalami kerusakan pada dindingnya maupun atap. Kondisi bangunan yang cukup bagus membuatnya tak membutuhkan renofasi ada bagian selain lantai. Sehingga pemdes memang menfokuskan pada bagan lantai yang sempat ambles. Saat ini perenofasian pada tahap pengurukan dengan pasir. “Selanjutnya ya kami semen dan kami pasang lantai keramik,” papar ayah satu anak ini. Polindes ini terletak di Dususn tepat di sebelah kantor desa dan masih berada dalam satu halaman. Diakuinya bila perenofasian Polindes ini mendapatkan respon positif dari warga setempat. Banyak warga yang tidak sabar untuk memanfaatkannya lagi dan menanyakan kapan akan selesai. Karena kebutuhan untuk memanfaatkan program Posyandu dan berjumpa dengan ibu-ibu di Tapos. Dari peronafiasian ini diharapkan tidak ambles lagi, lebih enak dan lebih nyaman. Untuk dimanfaatkan kesehatan masyarakat desa. (rie)

Keren nih Dari Gemar Olahraga Hingga Dekat dengan Masyarakat

Umi Fatimah S.H, M.Si adalah Ibu nomor satu bagi Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Kepala desa kelahiran November 1975 ini sudah menjabat posisinya saat ini selama dua periode sejak 2007.

Dua periode masa jabatan kepala desa secara berturut-turut membuat Umi senatiasa melakukan inovasi, baik untuk dirinya hingga untuk masyarakat desanya. Salah satu inovasinya adalah mengadakan senam sehat bagi ibu-ibu hingga remaja putri yang diadakan di Gedung Serbaguna Desa Tiron.

Ibu dari dua anak perempuan ini memang memiliki kegemaran olahraga, tidak hanya senam, ia juga gemar sepeda santai bersama perangkat desanya. “ Olahrga itu biar sehat mbak, minimal mencegah sakit,” terang istri Ustad Ma’anas sambil tersenyum.Bukan tanpa alasan ia tetap menyempatkan waktu berolahraga ditengah kesibukannya yang padat sebagai kepala desa Tiron. “ Dari olahraga, saya tidak hanya sehat, tapi bisa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Umi.

Simak juga nih Cara Memelihara Ikan Koi

Perempuan dengan khas jilbab motif dan berkacamata ini juga dikenal ramah oleh warganya. “ Bu Umi ramah, senengane ngajak senam,” ungkap Nanik ,32 asal dusun Bulawen Desa Tiron.

Dikenal begitu ramah oleh warganya bukan berarti Umi tidak mengalami kendala sebagai kepala desa. “Menghadapi urusan pribadi keluarga dari warga bisa bikin geleng kepala,” terangnya. Hal demikian tidak membuat Umi putus asa, justru ia menjadikan masalah warganya sebagai tantangan yang harus diselesaikan untuk tujuan bersama. (c2)

Luar Biasa Sosok Kepala Desa Belajar dari Mendaki Gunung

Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, saat ini dipimpin oleh Didik Triono. Ya, laki-laki kelahiran April 1973 ini merupakan sosok yang menggemari dunia outdoor seperti mendaki gunung. Latar belakang tempat tinggal diwilayah dataran tinggi merupakan salah satu ketertarikannya menghirup udara di kawasan pegunungan.

“Beda, kalau kita tertarik dengan suasana gunung. Kita Sadar butuh alam,” terangnya sambil menghirup udara sekitar rumahnya. Ayah dua anak ini juga menceritakan bila dari sanalah ia mempelajari cara menghargai karakter warga hingga hambatan yang dirasakan dalam memerintah Desa Titik. “Sebelum sampai puncak, kita ketemu warga sekitar kaki gunung. Pasti disana ada interaksi sosial terbangun antara pendaki dengan  penduduk,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Didik mulai menggemari hobi mendaki gunung sejak ia duduk dibangku SMA (Sekolah Menengah Atas). “Biasanya selalu diagendakan mendaki gunung sama teman-teman pecinta alam,” ujarnya. Juga ia akui bila hobi yang cenderung mahal juga membawa dampak yang mahal pula bagi kehidupan mendatang, salah satunya seperti menjadi orang nomor satu didesanya. “Untuk mencapai puncak dakian, perjuangannya tidak mudah. Walaupun sudah mendaki berkali-kali,” ungkapnya. Didik jelaskan bila pendakian ia kaitkan dengan amanah menjadi kepala desa, untuk bisa menjalankan amanah harus bersedia salah dan gagal. “Puncak dari pendakian adalah ujung gunung. Puncak kepala desa adalah amanah,” begitulah yang disampaikan laki-laki 35 tahun ini.

Baca juga nih Cara Memelihara Ikan Koi

Laki-laki yang sudah pernah mendaki Gunung Bromo, Gunung Semeru dan gunung-gunung lain di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah ini membawa kisahnya dalam mendaki ke dalam kehidupannya sehari-hari sebagai warga sekaligus kepala desa. “Untuk mencapai puncak, kita juga harus saling tolong menolong, saling menghargai. Agar bisa sampai puncak sama-sama,” ucapnya. Ia juga mengakui bila kecintaanya terhadap alam ia ajarkan ke anak-anaknya sejak masih kecil. (c2)

Sosok Kepala Desa Dalam Bertindak Harus Amanah

Desa Mlati Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri saaat ini dipimpin oleh salah satu warga desanya asli. Ya warga tersebut adalah Musa, laki-laki berusia 56 tahun ini adalah kepala Desa Periode 2013 hingga 2019 mendatang.Suami dari Qodiriya ini tidak terfikirkan untuk menjadi orang nomor satu didesanya.

Ia hanya maju berdasarkan dukungan warga sekitar, jamaah pengajian hingga keluarganya. “Kalo ndak ada dukungan teman, warga, keluarga, jamaah pengajian hingga Karang Taruna. Mungkin saya ndak bersedia jadi Kades,” ungkap Musa.

Sebelum punya ikan koi baca ini dulu Cara Memelihara Ikan Koi

Ia juga menjelaskan bila menjadi kepala desa itu tidak mudah, hanya dengan rasa tertantang dan semangat yang membuatnya terus bertahan dan tidak menyerah. “Secara tidak langsung harus tertib segala bidang, disiplin dalam konsep pelaksanaan dan harus amanah dalam bertindak,” ungkap mantan guru PAI SMAN 1 Mojo ini.Hampir satu periode menjabat sebagai kepala desa Mlati, Musa tidak menampik bila pernah mengalami kesulitan. “Ketika perencanaan dan hasil dilapangan berbeda.Padahal sudah sesuai RAB, namun warga terkadang masih minta lebih,” ujar laki-laki yang gemar bermain bulu tangkis ini. Ia juga menjelaskan walau warganya terdiri dari berbagai karakter, namun tetap rajin bergotong royong dan masih menjaga tradisi.“Semua butuh proses mbak, termasuk menjalani amanah menjadi Kepala desa,” pungkas Kakek 3 cucu ini seraya tersenyum. (c2)

Keren Nih Kades Olahraga sambil Interaksi dengan Warga

Olahraga tidak selalu menjaga kebugaran tubuh saja, melainkan juga bisa merekatkan keakraban dan menjaga interaksi antar warga. Hal itulah yang sedang digeluti Sutrisno, kepala Desa Mangunrejo, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri semenjak menjabat menjadi orang nomor satu didesanya tahun 2013. “Suka olahraga sejak sekolah dasar (SD), lari, futsal. Tapi sekarang lebih sering badminton,” ungkapnya saat djumpai Jawa Pos Radar Kediri dikantor desa Mangunrejo. Laki-laki yang akrab disapa Tris ini menjelaskan, ia menggeluti badminton karena lebih sering berjuma dengan warganya.

Tidak hanya mampu bermain badminton bersama, melainkan juga terjadi interaksi secara langsung, sehingga tidak harus menunggu untuk jumpa di kantor desa. Selain karena suasana yang lebih santai, saat olahraga diakuinya memang momen yang pas untuk saling diskusi dan menyampaikan pendapat.

Mau punya ikan koi? Simak dulu nih Cara Memelihara Ikan Koi

Badminton yang dilaksanakan di aula sebelah kantor desa ini memang rutin dilakukan oleh warga, dalam seminggu bisa empat kali dilaksanakan sesuai kelompok, ibu-ibu, bapak-bapak, dan pemuda. Untuk keseluruhan kelompok biasanya bermain setiap hari Minggu, uniknya, kata ayah dua anak ini bila setelah badminton sering untuk ngopi bersama sambil ngobrol di warung. “Pantesan masih gendut, habis olahraga ngemil, ngopi kalau lapar juga makan,” ucapnya sambil tertawa. Tidak hanya badminton, saat ada aktivitas olahraga lainnya seperti senam ia juga sering menghadirinya. (rie)

Cara Memelihara Ikan Koki

Ikan Koi – Anda para pecinta ikan, terutama ikan koki, ketemu lagi pada kami kali ini, yang
akan kita bahas sekarang adalah bagaimana ya cara-cara memelihara ikan  koki? Ikan koki
adalah jenis ikan mas, yang berasal dari negara Cina.

Ikan jenis ini banyak dipelihara oleh para penghobi ikan dan juga para pebisnis, karena
bentuknya yang cantik dan ketika berenang sangat lucu. Namun di balik itu semua, ternyata
ikan koki ini lumayan sulit untuk dipelihara, apalagi buat para pemula yang baru belajar
kedunia perikanan.

Ikan mas koki ini tergolong ikan mas air tawar yang mudah sekali mati. Sehingga kita
membutuhkan perawatan ekstra untuk memeliharanya.

Lalu bagaimana tips dan cara memelihara ikan koki supaya tidak cepat mati?

Baca juga nih yang pengen cari ikan koi Jual Ikan Koi

Cara memelihara ikan mas koki yang terpenting adalah kita harus memperhatikan kondisi ari
agar selalu jernih, pakan yang baik dan sesuai takaran,tempat tinggal yang nyaman, dan
ukuran aquarium yang sesuai.

  1. Sediakan wadah akuarium atau kolam

Hal pertama yang kita harus siapkan adalah tempat tinggal alias wadahnya terlebih dahulu.
Alangkah baiknya, jika kita memelihara ikan mas koki dikolam, karena pada dasarnya ikan
jenis ini hidup di alam luas dan terbuka. Namun, jika kalian tetap memilih memelihara ikan
mas koki ini didalam akuarium, sebaiknya buatlah akuarium yang mirip seperti habitat
aslinya, tinggi dan luas.

Sebab apabila kalian membuat akuarium yang tidak seperti habitat aslinya yaitu sempit dan
kecil, bisa-bisa resiko kematian akan semakin tinggi dan pertumbuhannya jadi lambat.
Ukuran akuarium dari volume air yang ideal adalah 38 – 55 liter per ekor.

Setiap ingin menambah jumlah ikan, sebaiknya airnya ditambah 38 liter per satu ikan mas
koki, karena jika tidak ,maka akan mengakibatkan penumpukan kotoran ikan yang tidak
seimbang dengan volume airnya. Sehingga, air akan gampang keruh dan ikan mudah stres.
Alangkah baiknya juga jika menyiapkan tutup akuarium , agar ikan tidak lompat keluar, tutup
bisa berupa kayu atau triplek.

  1. Filter/Penyaring

Memelihara ikan mas koki mengharuskan kita untuk selalu menjaga kualitas air. Ikan koki
akan selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit jika kualitas air nya sebagai media
mereka hidup bersih dan jernih. Air yang jernih juga akan membuat ikan koki akan bebas
berenang dengan aktif.

Filter atau penyaring menjadi sangat penting untuk dipasang di akuarium , jika tidak
dipasang, akuarium akan dipenuhi kotoran dan air akan menjadi keruh.

Untuk bahan referensi jenis filter atau penyaring yang ada dipasaran, ada tiga jenis filter
yakni sebagai berikut:

 Power Filter Atau Hang On Back Filter
 Canister Filter
 Wet Or Dry Filter

  1. Memberi Alas Akuarium Gravel atau Kerikil Khusus

Untuk menambah kemiripan dari habitat aslinya, kalian bisa menambahkan alas akuarium
berupa gravel. Akan tetapi, diusahakan gravelnya berukuran agak besar, jangan yang halus
atau kecil. Supaya tidak tertelan oleh ikan mas koki.

Sebelum dimasukkan kedalam wadah, sebaiknya gravel di rendam terlebih dulu selama dua
malam biar tidak terjadi kontaminasi bahan berbahaya serta tidak boleh dicuci dengan
deterjen. Selain gravel beri juga alas berupa kerikil atau batu kecil, karena kerikil tidak
mempengaruhi tingkat keasaman pada akuarium.

  1. Pencahayaan

Gunakan lampu pijar redup untuk menghantarkan panas akuarium. Nyalakan lampu tersebut
selama kurang lebih 8-12 jam per hari, meniru secara siklus siang dan malam. Jangan
gunakan lampu pijar biasa yang berwarna putih, karena panas yang dihantarkan terlalu
berlebih.

  1. Menguras Air Akuarium

Meskipun akuarium sudah dilengkapi alat penyaring, namun kita harus tetap menguras
airnya. Supaya kualitas ari tetap terjaga. Ada beberapa cara menguras air di akuarium :

 Kuraslah air akuarium dengan gayung, sisakan 1/3 air didalam akuarium. Jangan
kuras semuanya, karena bisa mengakibatkan ikan mas koki stress.
 Masukkan air secara perlahan, supaya tidak merusak dekorasi.

Kuraslah kurang lebih 2 kali dalam sebulan, namun tergantung juga kondisi air didalam
akuarium. Kalau dirasa sudah kotor, kalian perlu segera mengurasnya.

  1. Makanan ikan koki

Makanan merupakan faktor utama kesehatan dan pertumbuhan ikan mas koki. Setiap jenis
makanan memiliki gizi, protein dan nutrisi yang berbeda. Berikut beberapa jenis makanan
untuk ikan mas koki :

 Pelet

Pelet merupakan makanan yang mudah diberikan, karena selain mudah didapatkan, pelet juga
memiliki kandungan gizi lengkap. Beberapa pelet juga memiliki fungsi khusus seperti :
meningkatkan kecerahan warna, merangsang pembentukan jambul, serta menggemukkan
tubuh ikan mas koki.

 Cacing Darah

Cacing ini disebut juga bloodworm. Cacing ini banyak mengandung nutrisi, protein, serta
mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan mas koki.

 Cacing Sutera

Bentukknya halus seperti sutera, pemeberian pakan ini memebrikan efek merangsang
pembentukkan jambul. Selain itu, cacing sutera juga dapat mempercepat pertumbuhan tubuh
ikan mas koki.

 Kutu Air

Kutu air ukurannya kecil, namun gizinya tinggi. Kebanyakan penghobi ikan membrikan kutu
air kepada anakan ikan koki, usahakan memberi makan kutu air yang masih hidup untuk
mendapatkan kadar nutrisi yang maksimal.

Itulah beberapa cara memelihara ikan koi, dengan cara yang tepat. Maka dijamin ikan koi
kalian akan tumbuh besar dan sehat. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat Terima Kasih