Masjid Agung Rembang

Masjid Agung Rembang adalah Masjid Agung Kabupaten Rembang provinsi Jawa Tengah, lokasinya berada di sisi barat alun alun kabupaten Rembang, di sisi selatan jalur pantura. Berdiri di atas lahan seluas 3.795 meter persegi dan dapat menampung sekitar 2.500 jamaah. Masjid Agung Rembang ini berada di kawasan yang menyatu dengan rumah dinas Bupati (sekarang Museum RA Kartini), alun-alun kota Rembang, dan terminal kota Rembang.

Cagar Budaya

Bangunan masjid Agung Rembang dan juga di sebelahnya terdapat sebuah makam Pangeran Sedo Laut yang maan makam tersebut berada tidak jauh dari kompleks masjid ini dan juga termasuk cagar budaya yang dilindungi pemerintah dan setidaknya sempat mendapat perawatan terus dari pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata hingga sekarang ini.

Papan informasi yang menyatakan bangunan masjid adalah cagar budaya ini berada persis di bagian pintu depan masjid, lalu ada juga tulisan semacam itu yang ada di bagian samping,lalu ada pula sebuah papan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Rembang.

Masjid Agung Rembang adalah Masjid Agung Kabupaten Rembang provinsi Jawa Tengah, lokasinya berada di sisi barat alun alun kabupaten Rembang, di sisi selatan jalur pantura. Berdiri di atas lahan seluas 3.795 meter persegi dan dapat menampung sekitar 2.500 jamaah. Masjid Agung Rembang ini berada di kawasan yang menyatu dengan rumah dinas Bupati (sekarang Museum RA Kartini), alun-alun kota Rembang, dan terminal kota Rembang.  Cagar Budaya  Bangunan masjid Agung Rembang dan juga di sebelahnya terdapat sebuah makam Pangeran Sedo Laut yang maan makam tersebut berada tidak jauh dari kompleks masjid ini dan juga termasuk cagar budaya yang dilindungi pemerintah dan setidaknya sempat mendapat perawatan terus dari pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata hingga sekarang ini.   Papan informasi yang menyatakan bangunan masjid adalah cagar budaya ini berada persis di bagian pintu depan masjid, lalu ada juga tulisan semacam itu yang ada di bagian samping,lalu ada pula sebuah papan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Rembang.  Masjid ini semula mempunyai ukuran semula 50 X 50 m yang mana terletak dalam satu pekarangan yang luasnya mencapai 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar kurang lebih 5.500 orang jamaah. Bangunan Masjid  Agung Rembang  terdiri dari tiga tingkat.  Tingkat atas kebanyakan digunakan untuk ibadah sholat, dan untuk bagian tingkat bawah dipergunakan untuk ruangan takmir masjid serta kantor dan ada juga yang digunakan untuk ruang pertemuan. Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, yang mana untuk tangga ke 1 ini berada  di sebuah bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping.   Di bagian atas terdiri juga dari 13 buah pintu dan juga pada bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu yang mana mempunyai kamar-kamar yang mempunyai ukuran cukup besar dan juga terdapat sebuah aula. Sedangkan untuk tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer yang bernama Azhari Nur dari Jakarta, pada tahun 1970.  Lantai bawah pada bangunan masjid Agung Rembang  ini merupakan gedung sekretariat bagi semua pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam dan sarana untuk TPQ. Masjid  Agung Rembang  Rembang juga dilengkapi dengan sebuah eskalator yang menjadi penghubung antara lantai satu dan lantai dua. Di halaman masjid  Agung Rembang  Rembang ini terdapat sebuah areal taman bunga yang merupakan taman terluas.  Masjid Agung An Nur ini juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas lain berbasis pendidikan seperti halnya playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang mempunyai koleksi buku secara lengkap dan tertata dan juga sedikit tambahan fasilitas lain seperti aula dan juga ruang pertemuan, ruang kelas dan ruang ruang kantor.   Selain itu, bangunan utama Masjid Agung An Nur ini setidaknya juga memiliki Radio Penyiaran Komunitas bernama LPK  Agung Rembang  FM dengan frekuensi 107.7 MHz. Nah, bagi kalian yang masih bingung ingin wisata religi kemana, cobalah kunjungi masjid ini. Setelah ibadah, maka para jamaah atau pengunjung pun juga bisa untuk mengabadikan moment bertema religi.  Bagi masyarakat Pekanbaru, bisa menjalankan ritual agama Islam di masjid termegah ini sebuah kesempatan yang langka, mengingat setiap harinya Masjid ini selalu dipenuhi masyarakat yang beribadah.  Sementara di pekarangan masjid yang cukup luas, setiap pagi dan petang dimanfaatkan masyarakat untuk sekedar bersantai dan berolahraga.  Sejarah Berdirinya Masjid  Agung Rembang  Secara historis, rencana untuk mendirikan sebuah bangunan Masjid  Agung Rembang  ini telah ada sejak tahun 1963 silam. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Gubernur Rembang mengambil alih letak geografis kota Rembang . Lalu pada tanggal 29 Rajab tahun 1389 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Oktober tahun 1968,lalu Masjid  Agung Rembang  ini diresmikan penggunaannya oleh yaitu bapak Arifin Ahmad, Gubernur Rembang waktu itu.  Pada tahun 2000 ketika Masjid ini mendapat izin dari pemerintah,maka seketika itu juga dilaksanakan sebuah pembangunan pada Masjid Agung Rembang dan akan memulai renovasi dengan skala besar untuk pertama kalinya sejak pembangunan awal lalu,yang mana kategori renovasi kala itu dilakukan secara besar-besaran. Bila dulu saat awal masa kepemerintahan Gubernur Kala itu. Areal Masjid  Agung Rembang  ini hanya mempunyai luas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa lalu areal Masjid  Agung Rembang  ini secara terbuka diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar hampir 5000 jamaah.  Menurut informasi yang dikutip dari laman website Wikipedia, menjelaskan bahwa Masjid Agung An Nur ini mulai berdiri pada tanggal 27 Bulan Rojab tahun 1388 Hijriah atau bertepatan juga dengan tanggal 19 Oktober 1968, Masjid  Agung Rembang ini pada tahun 2000 pada masa lalu semapat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Masjid  Agung Rembang  Rembang yang kita saksikan saat ini memang begitu megah dan juga sangat elegan dengan perpaduan budaya Timur Tengah serta gaya arsitektur bergaya Eropa,Namun ketika anda melihat bangunan masjid Agung Rembang untuk sekarang ini,maka yang anda akan lihat bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan juga pembangunan kembali dari masjid  Agung Rembang  yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Rembang dibawah kepemimpinan gubernur pada waktu itu. Masjid  Agung Rembang  yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini bahkan Stadion Hangtuah ikut diratakan demi perluasan pembangunan Masjid ini.  Dari pembangunan di tahun 2000 tersebut setidaknya luas lahan masjid ini bertambah hingga tiga kali lipat dari luas sebelumnya yang mempunyai luas hanya 4 hektar saja,lalu di rombak secara total hingga menjadi 12.6 hektar. Yang mana luas lahan masjid baru-baru ini telah memberikan keleluasaan bagi para penyedia lahan secara terbuka untuk publik serta warga di kota Pekanbaru termasuk di dalamnya terdapat kawasan taman nan hijau dan juga lahan parkir yang begitu luas. Di dalam masjid Agung Rembang ini juga terdapat sebuah Plaza yang digunakan untuk shalat dan dibuat sebagai perluasan pada bagian utama ruangan masjid yang mana ketika para jamaah sudah melebihi kapasitas atau pada saat dilaksanakan ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka.maka dengan adanya plaza tersebut akan sedikit membantu mengatasi ketika jamaah membludak dan di luar kapasitas yang di sediakan  Dalam sejarahnya pernah tercatat bahwa Masjid Agung Rembang  ini setidaknya pernah menjadi sebuah area sarana kampus bagi Fakultas LP3i Narukan,dan bertahan hingga 3 tahun saja,yang mana pada akhirnya pindah lokasi ke Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah hingga sekarang.

Masjid ini semula mempunyai ukuran semula 50 X 50 m yang mana terletak dalam satu pekarangan yang luasnya mencapai 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar kurang lebih 5.500 orang jamaah. Bangunan Masjid  Agung Rembang  terdiri dari tiga tingkat.

Tingkat atas kebanyakan digunakan untuk ibadah sholat, dan untuk bagian tingkat bawah dipergunakan untuk ruangan takmir masjid serta kantor dan ada juga yang digunakan untuk ruang pertemuan. Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, yang mana untuk tangga ke 1 ini berada  di sebuah bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping.

Di bagian atas terdiri juga dari 13 buah pintu dan juga pada bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu yang mana mempunyai kamar-kamar yang mempunyai ukuran cukup besar dan juga terdapat sebuah aula. Sedangkan untuk tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer yang bernama Azhari Nur dari Jakarta, pada tahun 1970.

Baca Juga: Keagungan Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu

Lantai bawah pada bangunan masjid Agung Rembang  ini merupakan gedung sekretariat bagi semua pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam dan sarana untuk TPQ. Masjid  Agung Rembang  Rembang juga dilengkapi dengan sebuah eskalator yang menjadi penghubung antara lantai satu dan lantai dua. Di halaman masjid  Agung Rembang  Rembang ini terdapat sebuah areal taman bunga yang merupakan taman terluas.

Masjid Agung An Nur ini juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas lain berbasis pendidikan seperti halnya playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang mempunyai koleksi buku secara lengkap dan tertata dan juga sedikit tambahan fasilitas lain seperti aula dan juga ruang pertemuan, ruang kelas dan ruang ruang kantor.

Selain itu, bangunan utama Masjid Agung An Nur ini setidaknya juga memiliki Radio Penyiaran Komunitas bernama LPK  Agung Rembang  FM dengan frekuensi 107.7 MHz. Nah, bagi kalian yang masih bingung ingin wisata religi kemana, cobalah kunjungi masjid ini. Setelah ibadah, maka para jamaah atau pengunjung pun juga bisa untuk mengabadikan moment bertema religi.

Bagi masyarakat Pekanbaru, bisa menjalankan ritual agama Islam di masjid termegah ini sebuah kesempatan yang langka, mengingat setiap harinya Masjid ini selalu dipenuhi masyarakat yang beribadah.

Sementara di pekarangan masjid yang cukup luas, setiap pagi dan petang dimanfaatkan masyarakat untuk sekedar bersantai dan berolahraga.

Sejarah Berdirinya Masjid  Agung Rembang

Secara historis, rencana untuk mendirikan sebuah bangunan Masjid  Agung Rembang  ini telah ada sejak tahun 1963 silam. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Gubernur Rembang mengambil alih letak geografis kota Rembang . Lalu pada tanggal 29 Rajab tahun 1389 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Oktober tahun 1968,lalu Masjid  Agung Rembang  ini diresmikan penggunaannya oleh yaitu bapak Arifin Ahmad, Gubernur Rembang waktu itu.

Pada tahun 2000 ketika Masjid ini mendapat izin dari pemerintah,maka seketika itu juga dilaksanakan sebuah pembangunan pada Masjid Agung Rembang dan akan memulai renovasi dengan skala besar untuk pertama kalinya sejak pembangunan awal lalu,yang mana kategori renovasi kala itu dilakukan secara besar-besaran. Bila dulu saat awal masa kepemerintahan Gubernur Kala itu.

Areal Masjid  Agung Rembang  ini hanya mempunyai luas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa lalu areal Masjid  Agung Rembang  ini secara terbuka diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar hampir 5000 jamaah.

Menurut informasi yang dikutip dari laman website Wikipedia, menjelaskan bahwa Masjid Agung An Nur ini mulai berdiri pada tanggal 27 Bulan Rojab tahun 1388 Hijriah atau bertepatan juga dengan tanggal 19 Oktober 1968, Masjid  Agung Rembang ini pada tahun 2000 pada masa lalu semapat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.

Masjid  Agung Rembang  Rembang yang kita saksikan saat ini memang begitu megah dan juga sangat elegan dengan perpaduan budaya Timur Tengah serta gaya arsitektur bergaya Eropa,Namun ketika anda melihat bangunan masjid Agung Rembang untuk sekarang ini,maka yang anda akan lihat bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan juga pembangunan kembali dari masjid  Agung Rembang  yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Rembang dibawah kepemimpinan gubernur pada waktu itu. Masjid  Agung Rembang  yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini bahkan Stadion Hangtuah ikut diratakan demi perluasan pembangunan Masjid ini.

Dari pembangunan di tahun 2000 tersebut setidaknya luas lahan masjid ini bertambah hingga tiga kali lipat dari luas sebelumnya yang mempunyai luas hanya 4 hektar saja,lalu di rombak secara total hingga menjadi 12.6 hektar. Yang mana luas lahan masjid baru-baru ini telah memberikan keleluasaan bagi para penyedia lahan secara terbuka untuk publik serta warga di kota Pekanbaru termasuk di dalamnya terdapat kawasan taman nan hijau dan juga lahan parkir yang begitu luas.

Di dalam masjid Agung Rembang ini juga terdapat sebuah Plaza yang digunakan untuk shalat dan dibuat sebagai perluasan pada bagian utama ruangan masjid yang mana ketika para jamaah sudah melebihi kapasitas atau pada saat dilaksanakan ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka.maka dengan adanya plaza tersebut akan sedikit membantu mengatasi ketika jamaah membludak dan di luar kapasitas yang di sediakan

Dalam sejarahnya pernah tercatat bahwa Masjid Agung Rembang  ini setidaknya pernah menjadi sebuah area sarana kampus bagi Fakultas LP3i Narukan,dan bertahan hingga 3 tahun saja,yang mana pada akhirnya pindah lokasi ke Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah hingga sekarang.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

/body>